Selasa, 12 Juli 2011

Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia


Tidak...!

Tidak... bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya.

Tidak... bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu.

Tidak... bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri.

Tidak... bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.

Tidak... bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.

Tidak... bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.

Tidak... bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.

Tidak... bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.

Tidak... bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.

Tidak... bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.


Ya...!


Ya... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.

Ya... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.

Ya... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang kafir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.

Ya... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur'an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.


Ya... Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.

Ya... Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

Ya... Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu.

Ya... Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.

Ya... Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim.

Ya... Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan. (Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia - DR. Aidh al-Qarni)(nunuk)

Selasa, 05 Juli 2011

10 Cara Untuk Menjadi Pribadi Yang Hebat

Menjadi pribadi yang luar biasa, orang dengan karakter hebat dan memiliki keseimbangan hidup yang menjadikannya sebagai manusia extra ordinary. Apa saja sifat-sifat yang dimiliki para pribadi luar biasa itu? Apa ada sifat yang belum kita miliki?
Ayo kita belajar untuk menjadi pribadi hebat. Pribadi yang sangat jarang dimiliki oleh setiap orang di muka bumi ini. Tapi bukan tidak mungkin kita bisa memilikinya.
Quote: Inilah sepuluh karakter manusia luar biasa yang mesti terus dipupuk dalam diri kita.

Quote: 1. Bersikap Rendah Hati.
Sikap rendah hati mengungkapkan kekuatan bukan kelemahan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

Quote: 2. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Quote: 3. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Quote: 4. Tulus
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.

Quote: 5. Berjiwa Besar
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Quote: 6. Setia
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Quote: 7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Quote: 8. Selalu Ceria
Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Quote: 9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ‘ringan’. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stres dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

Quote: 10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain


Konsep Kamar Cantik ♥"

Sample 1

Sample 2
Sample 3



Sample 4

Sample 5

Sample 6

Sample 7

Sample 8

Sample 9

Sample 10

Sample 11

Sample 12

Sample 13

Sample 14

Sample 15

Sample 16

Sample 17

Sample 18

Senin, 04 Juli 2011

GET UP !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

BANGUNLAH ESOK HARI, DAN SAMPAIKAN PADA SANG SURYA,
BAHWA KAU LEBIH HEBAT DARINYA…
BERSEGERALAH TERIAKAN PADA DUNIA!
PERCAYA DIRIMU BISA KALAHKANNYA…
KARENA BILA KITA BERKATA “BISA”,OMBAK HANYA SERASA RIAK.
TEBING SERENDAH DINDING, BAJA PUN SELUNAK BUSA…
 NAMUN SAAT KAU BERKATA “TIDAK”, KERA SAJAKAU ANGGAP GORILA,
KOLAM PUN KAU KIRA SEDALAM LAUTAN…
KALAHKAN DUNIA! KARENA DIA HANYA ADA DIUJUNG JARIMU SAJA…
TUNJUKANLAH BAHWA KITA “BISA”, DAN KITA LEBIH KUAT DARI YANG MEREKA KIRA...

L0Ve ♥

Carilah seorang pria yang memanggil mu cantik, bukan hot/sexy
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telpon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur

Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringetan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan

Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu dan betapa beruntungnya dia memilikimu

Seseorang yang berkata pada temannya: dialah orangnya…♥"

Minggu, 03 Juli 2011

F♥R Our L!fe

* http://opi.110mb.com/haditsweb/index.htm
*http://www.pkpu.or.id/adzan.lite.php?id=214

TIGA GOLONGAN MUSLIMIN MENURUT AL - QURAN



ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ ﴿٣٢﴾
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang berlomba berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Dari ayat di atas, dapat kita fahami bahwa Allah SWT memilih Umat Nabi Muhammad SAW menjadi umat yang mewarisi Kitab ini (Quran). Dalam membaca dan mengamalkan Al-Quran, umat ini terbagi menjadi 3 golongan, yaitu (1) zhalimin (orang-orang yang menganiaya diri sendiri); (2) muqtashidin, yaitu golongan pertengahan (3) sabiqin, yaitu golongan yang berlomba dalam kebaikan.

Kelompok I (zhalimin) yaitu orang-orang yang banyak melakukan kesalahan dan dosa, tapi tidak sampai musyrik / kafir, mereka sering menunda-nunda kewajiban; golongan ke dua muqtashidin, yaitu orang-orang yang rajin melaksanakan kewajiban dan menjauhi dosa dan kesalahan, tetapi kadang-kadang melakukan yang makruh, dan sering meninggalkan ibadah-ibadah sunnat, mereka termasuk orang-orang yang soleh; sedangkan kelompok ke 3 (sabiqin) adalah orang-orang yang selalu berusaha dengan sunguh-sungguh dan ikhlas melaksanakan kewajiban ditambah dengan ibadah-ibadah sunat, menjauhi perbuatan yang makruh dan syubhat apalagi yang haram, bahkan mereka meninggalkan sebagian yang halal. Jangankan yang haram, syubhat, dan makruh, yang halal pun, sebagian, mereka tinggalkan. Mereka memiliki iman yang sempurna dan kuat. Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan S. Umar bin Khaththab Ram berkata :



كُنَّا نَدَعُ تِسْعَةَ أَعْشَارِ الْحَلَالِ مَخَافَةً مِنْ الْوُقُوعِ فِي الْحَرَامِ .

Kami (para Shahabat) RA meninggalkan 9/10 dari yang halal karena takut terjerumus pada yang haram. (Para shahabat Rasulullah SAW amalnya kebanyakan wajib dan sunat, sedikit yang halal, tidak ada yang makruh, apalagi yang haram dan syubhat).

Golongan dolimin sering menunda-nunda waktu shalat, kadang-kadang mereka melaksanakan shalat di akhir waktu; muqtashidin, ketika mendengar adzan, segera mereka tinggalkan semua pekerjaan, lalu berwudlu dan shalat berjamaah di mesjid; sedangkan sabiqin, lebih baik lagi, ketika adzan dikumandangkan, mereka sudah berwudlu dan sudah siap melaksanakan shalat berjamaah awal waktu di mesjid.

Dalam berzakat, zhalimin selalu memilih harta yang kurang baik, kadang-kadang tidak berzakat sama sekali; muqtashidin berzakat dengan baik, dengan harta yang baik, sama dengan yang biasa digunakannya, tapi kadang-kadang tidak bershadakoh sunnat; sedangkan sabiqin berzakat lebih sempurna, dan selalu memperhatikan shadaqah sunat. Gol. Sabiqin selalu memilih harta yang mereka cintai, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:



لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ ﴿٩٢﴾


Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.

Dalam berpuasa, zhalimin hanya meninggalkan makan, minum, nafsu farji, dan lain-lain yang membatalkan puasa lahiriyahnya saja, sedangkan anggota badannya masih mengerjakan yang dilarang oleh Allah SWT; muqtashidin puasanya bukan hanya lahiriyahnya, seluruh anggota badannya ikut berpuasa, seperti telinga, lisan, mata, tangan, dan kaki dijauhkan dari segala perbuatan dosa; sabiqin puasanya bukan hanya lahiriyahnya saja, ditambah dengan puasa seluruh anggota badan, demikian pula hati dijauhkan dari segala sesuatu selain Allah. Gol- Sabiqin tidak kalah oleh srigala yang bisa tidur dengan mata kiri dan kanan bergantian, salah satunya tidur yang lainnya berjaga-jaga. Hati golongan sabiqin tidak pernah berhenti dari zikir kepada Allah SWT, bahkan waktu tidur pun, matanya tidur, hatinya tetap berzikir.
Jika melakukan dosa/maksiat, dolimin suka menunda - nunda tobat, muqtashidin segera bertobat dengan tobat nashuha, sedangkan sabiqin selalu bertobat bukan karena telah berbuat dosa, tapi untuk menjauhi dosa. Karena itu gol. muqtashidin selalu terpelihara dari dosa.

Di antara orang-orang yang mengaku Kitab sucinya Quran, beragama Islaam, tetapi mereka tidak solat, tidak puasa, tidak pula zakat dan haji. Gol ke-4 ini, tidak disebut pada ayat Quran di atas, lebih jelek dan lebih hina dari pada gol- dolimin. Mereka dihawatirkan mati di luar Islam, tidak membawa iman. Na’udu Billah min dzalik. Pada hari Qiamat Malaikat akan berseru, mempersilakan ahli surga masuk ke dalam surga. Gol-dolimin akan tertahan di mahsyar karena masih menyelesaikan urusan, dihisab dengan hisaban yang berat; Muqtashidin segera bangkit setelah melalui hisaban yang ringan dan sebentar; sedangkan Sabiqin langsung masuk surga tanpa dihisab.

Allahu A’lam Bishshowab.

Alhamdulillah "LULUS CGP Angkatan 8 Tahap 2"

  Alhamdulillah setelah melalui proses seleksi essay yg selesai pada detik² terakhir deadline...seleksi simulasi simulasi mengajar yang hany...