1.
Kecerdasan Linguistik
Kamu
punya hobi menulis? Punya kecenderungan untuk selalu menggoreskan pena di atas
media dengan kata-kata? Atau tertarik pada karya-karya yang berbau jurnalisme?
Kalau begitu kamu termasuk dalam kategori yang memiliki kecerdasan linguistik.
Orang dengan jenis kecerdasan ini memiliki kemampuan dalam menceritakan kembali
apa yang telah dibacanya, didengarnya, dan yang telah terjadi pada dirinya. Ia
pun mampu membuat karya tulis yang sangat menarik. Oleh sebab itulah, ia sangat
gemar membaca buku-buku yang bermanfaat yang dapat menambah perbendaharaan
katanya. Kecerdasan linguistik tidak hanya meliputi kemampuan menulis tapi juga
kemampuan dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang di sekitarnya. Ia sangat
senang diskusi dan mengajarkan sesuatu pada orang lain. Sastra dan bahasa asing
merupakan hal yang ingin terus dikembangkan agar kemampuan berbahasanya semakin
meningkat. Jenis kecerdasan seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang
berprofesi sebagai penulis, sastrawan, guru, dan yang semacamnya.
TIPS:
Supaya kecerdasan jenis ini makin berkembang. Kamu mesti memperbanyak dosis
membaca. Menjadi pendengar yang efektif. Dan terus melatih keahlian berbicara
serta menulis. Ada baiknya juga kamu bergabung dalam suatu organisasi agar
kemampuan berbicaramu bisa terasah dengan baik. Yang suka menulis, berlatihlah
terus membuat artikel atau karya tulis agar kecerdasan yang kamu miliki bisa
terus berkembang dengan baik!
2.
Kecerdasan Logika
Kalau
kamu senang menghitung dan menikmati pelajaran yang berhubungan dengan operasi
yang rumit maka kamu adalah orang yang memiliki kecerdasan ini. Seseorang
dengan keccerdasan logika mampu memecahkan masalah dengan pemikiran logis dan
mampu berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti. Mengumpulkan
hipotesis. Merumuskan dan membangun argumentasi yang kuat. Dan ia mampu bekerja
dengan angka-angka dan tertarik dengan kemajuan teknologi sehingga ia sangat
gemar mempelajari matematika, fisika, teknik, dan perkembangan otak.
TIPS:
Kerjakanlah soal-soal yang memerlukan hitungan dan pemikiran yang logis.
Teruslah berupaya memecahkan masalah yang kamu hadapi dalam hidup-tidak cuman
soal eksakta saja-dengan memaksimalkan kecerdasan logika yang kamu miliki ini.
Oke?
3.
Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan
ini dimiliki oleh orang yang memiliki konsep diri yang baik dan benar terhadap
hidupnya. Motivasi untuk menentukan dan mengejar tujuan hidup sangat tinggi
sehingga akan terus mengembangkan kemampuan belajarnya dan meningkatkan dirinya
agar dapat bekerja secara mandiri. Kecerdasan ini meliputi pikiran perasaan
seseorang. Semakin mampu seseorang menyeimbangkan antara pikiran dan
perasaaaannya maka ia pun bakalah terus berpikir dan memandang secara realistis
tentang kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya untuk kemudian diarahkan
pada hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
TIPS:
Kenalilah emosi yang kamu miliki. Apakah kamu cepat marah, selalu takut,
kecewa, ataukah selalu merasa riang gembira? Setelah itu buanglah jauh-jauh
sifat-sifat negatif yang ada dalam dirimu dan berusahalah untuk mengenali
dirimu sendiri. Sadarilah
setiap tindakanmu dan berpikirlah mengenai proses berpikirmu.
Usahakan setiap tindakanmu adalah wujud dari tujuan hidup yang ingin kamu capai
dan teruslah mengembangkan setiap potensi yang kamu miliki.
4.
Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan
yang jenis ini adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan memahami
kondisi pikiran dan suasana hati orang lain serta mamapu bekerjasama dengan
orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya. Ia bisa menjadi penasehat bagi
orang lain dan orang lain pun senang meminta nasehat dan pendapatnya. Saling
timbal balik. Ia seseorang yang penuh simpati sehingga ia disenangi oleh
orang-orang yang ada disekitarnya. Karena kepandaiannya membawa diri dalam
bergaul dengan orang lain. Menariknya, saat menghadapi suatu maslalah ia lebih
suka memecahkan dengan cara berbicara dengan orang lain daripada mesti
memikirkan dan memecahkan masalahnya sendiri. Ini semua disebabkan sifatnya
yang sangat menyukai dan menghargai arti kebersamaan.
TIPS:
Teruslah melatih komunikasi efektif secara verbal dan non verbal. Teruslah
bekerjasama dengan orang lain dan memahami orang-orang yang ada di sekitarmu.
Jadilah seorang mediator dalam menyelesaikan konflik atau masalah yang dihadapi
oleh orang lain dan teruslah mengamati sikap, perilaku dan cara pandang
seseorang.
5.
Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan
ini meliputi kemampuan seseorang dalam membedakan secara visual, mengenali
bentuk dan warna serta kemampuan berimajinasi. Kalau belajar ia lebih suka
memakai sistem grafik, peta dan diagram. Kemmapuan untuk merencanakan sesuatu
di masa yang akan datang, misalnya merencanakan kehidupan di masa depan juga
termasuk kecerdasan visual-spasial. Ia senang menjadi seorang desainer,
arsitek, dan karier lain yang banyak menggunakan kemempuan visual.
TIPS:
Saat mempelajari sesuatu, buatlah sendiri grafik atau diagram yang menurutmu
bisa kamu pelajari dengan baik. Teruslah belajar pada hal-hal yang berhubungan
dengan kecerdasan visual, misal: buku desain, klub desain, majalah grafis, dan
sebagainya. Bisa juga kamu pikirkan ketertarikan kamu akan dunia desain, yaitu
dengan merencanakan
masa depanmu dan bayangkanlah dirimu pada posisi itu (berilah visual
yang jelas ketika kamu telah mencapai kesuksesan seperti yang kamu inginkan!).
6.
Kecerdasan Naturalis
Umumnya
seseorang memiliki kecerdasan naturalis ini. Saat berkenalan dengan orang lain,
mengamati tanaman dan benda-benda di sekelilingnya merupakan bentuk dari
kecerdasan naturalis yang dimiliki oleh seseorang. Saat dihadang berbagai
masalah hidup ia lebih menyukai kesendirian dengan menikmti pesona alam. Ia pun
gemar mananam tanaman, merawatnya dan mengamatinya. Selain itu ia sangar
tertarik meneliti berbagai peristiwa-peristiwa alam dan senang melakukan percobaan-percobaan
baru. Sehingga, ia tertarik menekuni bidang biologi, kimia, ataupun geografi.
TIPS:
nikmatilah suasana dan keberadaan di alam terbuka. Peliharala hewan atau
tanaman di rumah. Pelajarilah fenomena lam melalui pengamatan langsung atau
dengan menggunakan sumber pengetahuan berupa buku, ahli botani, ensiklopedia,
internet, dan lain-lainnya. Bisa juga mulai kamu mulai memikirkan spesialisasi
ketertarikanmu pada kecerdasan ini.